Hadiri Sidang Paripurna DPR, Presiden Prabowo Paparkan Arah Ekonomi dan Fiskal 2027

Avatar photo

Rabu, 20 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama dengan Wakil Presiden RI, Ketua DPR RI, dan para Wakil Ketua DPR RI pada acara Pidato Presiden RI pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. (Dok.Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama dengan Wakil Presiden RI, Ketua DPR RI, dan para Wakil Ketua DPR RI pada acara Pidato Presiden RI pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. (Dok.Istimewa)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Kedatangan Presiden Prabowo disambut Ketua DPR RI Puan Maharani, kemudian bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran pimpinan DPR RI menuju ruang sidang paripurna.

Rapat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum Ketua DPR membuka sidang paripurna. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027.

Baca Juga :  HPN 2027 di Lampung Didorong Lebih Inklusif dan Kolaboratif

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa, dan memastikan setiap warga negara hidup lebih sejahtera,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang dinilai penuh tantangan dan ketidakpastian. Menurutnya, dinamika internasional saat ini turut memengaruhi situasi ekonomi nasional sehingga pemerintah harus merespons dengan langkah yang terukur dan hati-hati.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan Pihak Swasta Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

“Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” katanya.

Selain menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah disebut terus berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung agenda prioritas nasional.

Beberapa prioritas yang disoroti pemerintah meliputi ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi rakyat.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, ketua umum partai politik, serta sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan.

Berita Terkait

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen
Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!
Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan
Raffi Ahmad Hadiri Kemah Bhakti Satlinmas di Bandar Lampung, Ajak Generasi Muda Ikut Mengabdi
Desa Sodong Tangerang Masuk 30 Besar Nasional dalam Penanganan Stunting
Tepis Isu Dibalik Gerakan Roy Suryo, ARPG Soroti Momen Keakraban Gibran dan Dasco

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Senin, 28 September 2026 - 16:29 WIB

2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen

Senin, 28 September 2026 - 11:38 WIB

Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!

Minggu, 27 September 2026 - 13:59 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan

Berita Terbaru