TANGERANG – Program Tangkab Sigap yang digagas Pemerintah Kabupaten Tangerang dan terintegrasi dengan 66 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta BUMD mendapat perhatian luas dari masyarakat di media sosial. Program yang diklaim menjadi kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat itu menuai beragam tanggapan dari warganet. Rabu (3/6/2026)
Dalam unggahan akun Instagram Tangkab Sigap, disebutkan bahwa sebanyak 66 OPD dan instansi telah terintegrasi dengan program tersebut. Masyarakat nantinya dapat menyampaikan berbagai laporan, keluhan, maupun permohonan bantuan yang berkaitan dengan pelayanan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Program ini juga dikaitkan dengan sistem SP4N-LAPOR, yakni Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional yang selama ini digunakan pemerintah untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di kolom komentar, sejumlah warga mempertanyakan efektivitas layanan tersebut. Salah satu akun mengaku telah mengirimkan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang sebanyak dua kali, tetapi belum mendapatkan tindak lanjut.
“Saya sudah 2x buat laporan ditujukan ke DLHK Kabupaten Tangerang tapi tak kunjung ditindaklanjuti. Jadi saya sebagai rakyat yang rajin bayar pajak harus mengadu ke siapa?” tulis seorang warganet.
Komentar lain juga datang dari warga yang mengaku telah mengirimkan pesan langsung (DM) sejak peluncuran akun Tangkab Sigap pada 15 Mei 2026, namun belum menerima respons hingga saat ini.
“Saya kirim DM ke @tangkabsigap dari 15 Mei 2026 pas awal peluncuran IG Tangkab Sigap tapi tidak ada respons sampai hari ini,” tulis akun lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, admin akun Tangkab Sigap menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Segera kami crosscheck, terima kasih,” balas admin.
Sementara itu, terdapat pula komentar yang mendukung kehadiran program tersebut. Salah seorang warga menilai Tangkab Sigap merupakan inovasi yang patut diapresiasi dan bahkan menyebutnya sebagai proyek percontohan di Provinsi Banten. Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan program harus dibuktikan melalui hasil nyata, bukan hanya publikasi di media sosial.
Penulis : Yadi












