Libur Long Weekend Iduladha 1447 H, Industri Perhotelan di Banten Menggeliat, Okupansi di Atas 80 Persen

Avatar photo

Senin, 1 Juni 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ​Ketua PHRI Banten, Ashok Kumar

Foto : ​Ketua PHRI Banten, Ashok Kumar

VIBEZ BANTEN – Momentum long weekend yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa berkah signifikan bagi industri pariwisata di Provinsi Banten.

​Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten mencatat adanya lonjakan tajam pada angka okupansi hotel, khususnya di kawasan pesisir seperti Anyer, Carita, Tanjung Lesung, dan sekitarnya.

​Ketua PHRI Banten, Ashok Kumar mengungkapkan, rata-rata tingkat hunian kamar hotel selama libur panjang ini berhasil menembus angka di atas 80 persen.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Momentum long weekend malam Iduladha ini sangat memadai. Okupansi di kawasan pesisir Anyer rata-rata mencapai 85 hingga 95 persen, jadi secara keseluruhan berada di atas 80 persen,” ujar Ashok saat memberikan keterangan, Senin (1/6/2026).

​Ashok menilai tingginya minat wisatawan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi mengkhawatirkan kendala perjalanan dan siap membelanjakan anggaran liburan mereka.

​”Yang menjadi PR besar buat kita semua adalah bagaimana DTW (Daerah Tujuan Wisata) sepanjang pesisir Pantai Anyer, Carita, dan seterusnya ini bisa memenuhi sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) bagi wisatawan di hari-hari biasa alias weekdays,” jelasnya.

​Menurut Ashok, okupansi weekdays sebelumnya masih terakomodasi oleh kegiatan-kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau rapat-rapat pemerintah. Namun, akibat pemangkasan anggaran yang sangat drastis secara serentak, keterisian hotel pada hari kerja mengalami pukulan besar, meskipun pihak hotel sudah melakukan diversifikasi pasar.

​Meski demikian, Ashok menyatakan industri perhotelan tidak cengeng dan tetap berdaya upaya. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten (pemkab) maupun pemerintah provinsi (pemprov) bisa lebih fokus menata dan mengoptimalkan objek-objek wisata guna menaikkan rating destinasi.

​”Serta lebih banyak menggelar atraksi untuk menaikkan tingkat hunian di weekdays. Kalau weekend dan long weekend, daya upaya para leader hotel yang mempunyai tren BAS (Branding, Advertising, and Selling) sudah sangat mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya chain hotel internasional seperti Aston Archipelago, hingga local chain seperti Jayakarta, Accasia, dan Novus. Bahkan, investor baru berani menggandeng franchise internasional Mövenpick untuk berinvestasi di perbatasan Anyer-Carita,” ungkapnya.

​Ashok menambahkan, pemkab, pemprov, atau kementerian terkait harus memiliki sinergi dan mimpi besar untuk melahirkan fasilitas beach walk di kawasan Anyer, Cinangka, sampai Carita.

​”Sehingga pada malam hari wisatawan bisa wara-wiri karena ada meeting point dan beach walk. PJU (penerangan jalan umum) juga harus tertata terang benderang. Intinya, penanganan fasilitas ini jangan saling melempar tanggung jawab antara kabupaten, provinsi, ke nasional seperti sekarang,” ujarnya.

​Ashok juga menilai pengelolaan DTW harus dilakukan secara serius. Pasalnya, di tengah masa pemangkasan anggaran pemerintah saat ini, investasi perhotelan di Provinsi Banten justru terus tumbuh dengan lahirnya delapan hotel bermerek baru hingga ke Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1447 H, Wabup Intan Pantau Kesehatan Hewan Kurban

​”Peluang investasi industri perhotelan masih terus mengalir dan menjadi magnet di Provinsi Banten. Peluangnya makin bersinar,” harap Ashok.

​”Walau prihatin dengan pemangkasan anggaran, namun kami tetap bersemangat menatap ke depan. Hotel investment keeps pouring and continues to emerge despite strict and tight government budget cuts for hotel MICE events. Apalagi bila beberapa slot anggaran dibuka kembali buat kegiatan pertemuan, dipastikan para investor akan lebih bergairah,” sambung Ashok.

​PHRI Banten menyebutkan bahwa dalam satu industri perhotelan terdapat 125 komponen yang berdampak langsung (multiplier effect) terhadap ekonomi masyarakat dari hal yang paling sederhana.

​”Mulai dari kertas, permen, tisu, belum lagi sayur-mayur, daging, seafood, dan seterusnya. Hampir 40 tahun saya berkecimpung fokus di dunia perhotelan sejak tahun 1986, dari kawasan Anyer belum ada jalan tol, telepon, hingga listrik,” ceritanya.

​Selaku Ketua PHRI Banten sekaligus Wakil Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten, Ashok sangat berharap pemkab dan pemprov ekstra fokus pada promosi serta pembenahan objek wisata di saat pasar perhotelan kehilangan hampir 40 persen omset akibat pemangkasan anggaran dinas. Kreativitas menggelar atraksi dinilai bisa memicu pertumbuhan hunian khusus di hari kerja.

​”Kalau weekend di pesisir pantai, kami para pengelola hotel dapat menghandlenya secara seksama sehingga target PAD (Pendapatan Asli Daerah) terus tercapai. Ini merupakan wujud kepedulian kita demi Provinsi Banten tercinta sampai anak cucu kita kelak. Khusus untuk Ibu Kadispar Banten, pariwisata adalah satu-satunya industri yang cepat mengentaskan kemiskinan. Jika dikelola dan ditata dengan baik, pariwisata akan menjadi sustainable tourism. Minyak bumi dan gas akan habis, hanya pariwisata yang berkelanjutan,” tegasnya.

​Menutup pernyataannya, Ashok mengimbau agar tumbuhnya investasi hotel-hotel baru di Provinsi Banten tetap dibarengi dengan komitmen saling menjaga agar terhindar dari perang harga (price war) atau banting harga. Langkah jalan pintas tersebut dinilai hanya menaikkan hunian sesaat, namun merusak nilai jual destinasi secara jangka panjang.

​”Kedepannya akan berat untuk menaikkan harga kembali. Kami percaya pada profesionalisme para leader hotel untuk bahu-membahu menerobos tingkat hunian di weekdays. Kami juga mengapresiasi Polda Banten, Polres, Polsek, serta TNI atas terciptanya keamanan dan kelancaran lalu lintas yang membuat iklim investasi dan kunjungan wisatawan di Provinsi Banten tetap kondusif,” tutup Ashok.

Follow WhatsApp Channel vibez.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter RSUD Tigaraksa Berikan Edukasi Pentingnya Imunisasi Balita di Posyandu Seruni 4 Jambe
Jemaah Haji Kabupaten Tangerang Pulang Perdana 7 Juni, Ini Skema Penjemputan Terbaru
Tangkab Sigap Pemkab Tangerang Tuai Sorotan, Warganet: Harus Dibuktikan Jangan Gembor di Medsos
Camat Tigaraksa: Penguatan Posbakum Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa dan Kelurahan
Wabup Tangerang Buka Penguatan Posbakum, Desa-Desa di Tigaraksa Siap Tingkatkan Pelayanan Hukum
Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Ekonomi Nasional Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
Pimpinan Muslimat Mathla’ul Anwar Audiensi Dengan Ketum PBMA
Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang 1 Juni 2026, Kemenhaj Ingatkan Soal Air Zamzam

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:29 WIB

Dokter RSUD Tigaraksa Berikan Edukasi Pentingnya Imunisasi Balita di Posyandu Seruni 4 Jambe

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:10 WIB

Jemaah Haji Kabupaten Tangerang Pulang Perdana 7 Juni, Ini Skema Penjemputan Terbaru

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:22 WIB

Tangkab Sigap Pemkab Tangerang Tuai Sorotan, Warganet: Harus Dibuktikan Jangan Gembor di Medsos

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:41 WIB

Camat Tigaraksa: Penguatan Posbakum Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa dan Kelurahan

Senin, 1 Juni 2026 - 23:01 WIB

Libur Long Weekend Iduladha 1447 H, Industri Perhotelan di Banten Menggeliat, Okupansi di Atas 80 Persen

Berita Terbaru