TANGERANG – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV meninjau kesiapan pembentukan dua perguruan tinggi vokasi baru di Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026). Kedua kampus tersebut adalah Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) dan Polytechnic Volunteer.
Kunjungan lapangan tim LLDIKTI IV ini diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.
Soma Atmaja mengatakan, kehadiran dua perguruan tinggi ini disiapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri dan kesehatan. Kampus UNITOP akan fokus pada bidang pariwisata (hospitality), sedangkan Polytechnic Volunteer di bawah Yayasan PMI Kabupaten Tangerang akan fokus pada pendidikan kesehatan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Soma, pendidikan vokasi menitikberatkan pembelajaran praktik sebesar 70 hingga 80 persen, sementara sisanya teori.
“Kedua kampus ini memang disiapkan agar lulusannya langsung siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Soma.
Soma menjelaskan, Kabupaten Tangerang saat ini berkembang menjadi pusat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) seiring bertumbuhnya hotel, kafe, dan ruang konferensi. Kondisi ini membutuhkan pasokan SDM profesional di bidang pengelolaan acara dan perhotelan.
Selain sektor pariwisata, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan vokasi kesehatan melalui Polytechnic Volunteer. Jurusan yang direncanakan meliputi teknologi darah, fisioterapi, dan gizi yang kebutuhannya tinggi di rumah sakit maupun klinik.
“Sekolah vokasi dengan fokus teknologi darah dan kesehatan masih sangat terbatas di Indonesia. Kehadiran politeknik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi inisiatif Pemkab Tangerang. Ia menyebut ketersediaan perguruan tinggi di wilayah ini masih terbatas. Saat ini baru terdapat sekitar 84 perguruan tinggi di Provinsi Banten, dan hanya 15 di antaranya yang berada di Kabupaten Tangerang.

“Kehadiran dua politeknik baru ini sangat dibutuhkan, apalagi program studinya benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan kesehatan saat ini,” kata Lukman.
Lukman mencontohkan, program studi teknologi darah saat ini baru tersedia di dua perguruan tinggi di Indonesia. Padahal, kebutuhan tenaga profesional di bidang ini sangat tinggi di berbagai daerah. Begitu pula dengan tenaga fisioterapi dan hospitality untuk pasar domestik maupun luar negeri, seperti kapal pesiar.
“Ini momentum yang sangat tepat dari Pemda Kabupaten Tangerang. Dua politeknik ini akan menyiapkan SDM yang daya serap kerjanya sangat baik,” lanjutnya.
LLDIKTI IV menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pembentukan kedua politeknik tersebut rampung pada Juli 2026. Dengan demikian, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer diharapkan sudah bisa beroperasi paling lambat September atau Oktober 2026.
“Harapan kami tim bisa bekerja keras memenuhi seluruh persyaratan. Kalau semuanya lancar, September atau paling lambat Oktober nanti dua politeknik ini sudah bisa beroperasi,” tutup Lukman.












