VIBEZ TANGERANG – RSUD Tigaraksa berkolaborasi dengan Puskesmas Jambe menyelenggarakan penyuluhan kesehatan tentang Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Posyandu Seruni 4, Desa Tipar Jaya, Kecamatan Jambe, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dr. Nurohtun Hasanah dari RSUD Tigaraksa sebagai narasumber dan diikuti oleh para ibu balita serta kader kesehatan setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit menular pada anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua agar melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga dapat memberikan perlindungan optimal sejak dini. Melalui kolaborasi antara RSUD Tigaraksa dan Puskesmas Jambe, edukasi kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga tingkat posyandu.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, dr. Nurohtun Hasanah menjelaskan bahwa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi.
“Imunisasi merupakan upaya meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga saat seseorang terpapar penyakit, tubuh tidak sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Peserta penyuluhan mendapatkan edukasi mengenai manfaat imunisasi, di antaranya melindungi anak dari penyakit berbahaya, mengurangi risiko sakit berat, kecacatan, dan kematian akibat infeksi, serta membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi juga diperkenalkan kepada peserta, seperti hepatitis, tuberkulosis, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, rubela, pneumonia, meningitis, tifoid, influenza, demam berdarah, cacar air, gondongan, hingga kanker leher rahim” ucap Nuhrotun.
Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai jadwal imunisasi balita mulai dari usia lahir hingga 18 bulan. Orang tua diingatkan untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal agar perlindungan terhadap berbagai penyakit dapat terbentuk secara optimal dan berkelanjutan. Pada sesi diskusi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara mencegah penyakit campak. Narasumber menekankan bahwa pencegahan terbaik dilakukan dengan melengkapi imunisasi campak atau MR sesuai jadwal, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari kontak dengan penderita campak.

Sebagai materi tambahan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penanganan tersedak pada bayi dan anak, mengingat kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani. Narasumber menjelaskan tanda-tanda tersedak yang perlu diwaspadai, seperti batuk, kesulitan bernapas, sulit berbicara, bibir atau wajah membiru, hingga penurunan kesadaran.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan sesuai usia anak, seperti teknik back blows dan chest thrusts pada bayi serta manuver Heimlich pada anak usia di atas satu tahun. Orang tua juga diingatkan untuk selalu mengawasi anak saat makan, memotong makanan menjadi ukuran kecil, dan menjauhkan benda-benda kecil dari jangkauan anak sebagai upaya pencegahan tersedak.
Melalui kegiatan ini, RSUD Tigaraksa bersama Puskesmas Jambe berharap masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi sebagai investasi kesehatan anak di masa depan sekaligus memiliki pengetahuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi tersedak. Dengan cakupan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu serta meningkatnya pengetahuan orang tua mengenai keselamatan anak, diharapkan angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi maupun kondisi kegawatdaruratan pada anak dapat terus menurun sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.
Penulis : ADS












