SERANG – Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial Kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan (TJSKBLP) atau Forum CSR Provinsi Banten periode 2026–2030 resmi dikukuhkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (25/5/2026). Usai dikukuhkan, forum ini langsung meluncurkan sejumlah program kerja sama dengan dunia usaha.
Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam forum tersebut menyatakan komitmennya melalui program bantuan sosial, pendidikan, hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja bagi masyarakat Banten.
Salah satu komitmen awal datang dari Sinarmas Land yang menyerahkan bantuan senilai Rp1,2 miliar untuk program bedah rumah sebanyak empat unit dan pembangunan empat unit mushola. Selain itu, perusahaan ini juga mengucurkan bantuan senilai Rp700 juta untuk program pendidikan dan pelatihan kerja selama enam bulan bagi 20 warga Banten yang menjadi calon tenaga kerja ke Jepang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain program fisik dan ketenagakerjaan, disalurkan pula program pendidikan teknologi informasi bagi generasi muda guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Banten.
Ketua Umum Forum TJSKBLP Banten, Jamil, menyatakan bahwa forum ini dibentuk untuk memastikan seluruh program CSR perusahaan dapat berjalan secara terintegrasi dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Forum CSR Banten akan melakukan pemetaan persoalan masyarakat dan potensi kontribusi perusahaan agar bantuan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Dunia usaha harus merasa didampingi, bukan dibebani, dan pemerintah merasa terbantu,” ujar Jamil.
Guna mendukung transparansi program, Forum CSR Banten bersama PT Tri Digdaya Nawasena juga meluncurkan laman resmi csr.bantenprov.go.id. Platform digital ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi, keterbukaan informasi, serta partisipasi publik dalam memantau pelaksanaan program CSR di wilayah Banten.
Melalui program-program awal dan sistem digitalisasi ini, Forum CSR Banten berkomitmen untuk terus mengawal implementasi seluruh bantuan agar dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.












