Mekkah – Kemenhaj mengingatkan jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang akan mulai dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap pada 1 Juni 2026 untuk memperhatikan ketentuan penerbangan dan mempersiapkan barang bawaan dengan baik.
Proses kepulangan jemaah akan dilakukan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Hasan, mengimbau seluruh jemaah agar memastikan dokumen penting dan kebutuhan pribadi tersimpan dengan aman serta mudah dijangkau selama perjalanan pulang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang-barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” ujar Hasan.
Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus terkait aturan barang bawaan, terutama mengenai air zamzam.
Jemaah diingatkan untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin karena distribusi air zamzam telah diatur melalui mekanisme resmi yang disiapkan pemerintah.
Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dalam barang bawaan saat kembali ke Indonesia.
Selain itu, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kebersamaan, saling membantu, dan saling mengingatkan selama proses kepulangan berlangsung.
Menurut Hasan, kekompakan antarsesama jemaah menjadi salah satu faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat ditutup dengan baik hingga tiba kembali di Tanah Air.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah para jemaah haji Indonesia, memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menyelesaikan rangkaian ibadah yang tersisa, serta mengantarkan seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh,” tuturnya.
Sumber Berita: Kemenhaj












