BOGOR – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seroja Indonesia bersama sejumlah media partner resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana di Kawasan Villa Dago, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Raker yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Agustus 2026 ini, mengusung tema “Sinergi Media dan LSM untuk Keadilan dan Kemajuan Bangsa”.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus LSM Seroja Indonesia, rekan-rekan media partner, perwakilan lembaga, serta sejumlah tokoh penggiat dan aktivis. Raker ini digagas sebagai titik awal untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme organisasi serta insan pers, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi di bawah kepemimpinan Taslim Wirawan, S.H.
Ketua LSM Seroja Indonesia, Taslim Wirawan, S.H., menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial untuk memastikan peran lembaga dalam mengawal program pembangunan.
”Ini momentum penting bagi kami. Tujuannya satu, mengawal pembangunan daerah agar berjalan secara transparan dan berintegritas,” ujar Taslim di sela-sela kegiatan.
Taslim berharap raker ini tidak sekadar menjadi forum seremonial, melainkan mampu melahirkan program kerja yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat.
”Saya berharap dari raker ini kita bisa menyusun program kerja yang konkret. Mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas anggota LSM Seroja Indonesia dan wartawan yang tergabung dalam media partner, penguatan sinergi dengan pemerintah dan aparat, hingga pembentukan tim khusus untuk mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Tangerang,” ungkap Taslim.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga kekompakan internal guna membangun organisasi yang berwibawa dan dipercaya publik. “Kita harus kuat secara internal, profesional dalam bekerja, dan tetap menjaga marwah profesi masing-masing,” imbuhnya.
Menjaga Marwah Lembaga dan Kode Etik
Pada kesempatan yang sama, Dewan Penasehat LSM Seroja Indonesia, Inuar Epandi Gumay, S.H., menjelaskan bahwa lembaga ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap sejumlah kebijakan publik yang dinilai belum berpihak pada masyarakat luas. Gagasan ini kemudian mengkristal setelah adanya kesamaan persepsi dari berbagai diskusi dengan para aktivis dan jurnalis di lapangan.
”Perjalanan LSM Seroja Indonesia diwarnai berbagai suka dan duka dalam menyoroti kebijakan yang dinilai kurang tepat, dan kerap mendapat respons kurang baik dari pihak atau instansi terkait,” kata Inuar Gumay.
Meski demikian, di bawah kepemimpinan Taslim, LSM Seroja Indonesia dinilai memiliki ciri khas tersendiri melalui aksi nyata, seperti menyuarakan gerakan anti-kekerasan terhadap wartawan serta aktif dalam kegiatan sosial.
Terkait dinamika keanggotaan, Gumay menilai keluar-masuknya anggota merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Ia menegaskan eksistensi lembaga tetap terjaga dengan baik. Sebagai salah satu pendiri, Gumay mengingatkan seluruh anggota dan media partner untuk selalu menjunjung tinggi kode etik kelembagaan serta Kode Etik Jurnalistik.
”Buatlah berita yang berimbang, akurat, berbasis narasumber yang valid, serta tidak terjebak dalam praktik pemerasan. Jangan sampai marwah LSM Seroja Indonesia dan media partner menjadi luntur,” tegas Gumay.
Melalui pelaksanaan raker ini, LSM Seroja Indonesia dan media partner diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus penyambung lidah masyarakat demi mendorong tata kelola daerah yang bersih, terbuka, dan akuntabel.
Penulis : Calista
Editor : YD












