Mengurai Kedaulatan Ekonomi Digital di Tengah Dominasi Jaringan Global

Avatar photo

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pengesahan dan perluasan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional. Meski demikian, pengembangannya imbau tidak terjebak pada narasi konfrontatif terhadap pemain global seperti Visa dan Mastercard.

​Pengamat Hukum Ekonomi, DR. Achmad Rubaie, SH, MH, menegaskan bahwa KKI perlu diposisikan sebagai platform pemrosesan transaksi domestik yang efisien, aman, dan berdaya saing global, bukan sekadar simbol nasionalisme.

​”Ukurannya bukan seberapa keras kita menyatakan KKI produk nasional, melainkan ketika masyarakat memilihnya karena kualitas, efisiensi, dan keamanannya,” ujar Achmad Rubaie.

​1. Landasan Hukum dan Transisi ke Segmen Ritel

​Sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI), KKI diproses secara domestik melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Instrumen ini awalnya diperuntukkan bagi transaksi belanja pemerintah guna menjaga kedaulatan data dan efisiensi APBN/APBD.

​Secara regulasi, pengembangan KKI didasari oleh sejumlah aturan kuat:

  • ​PBI No. 19/8/PBI/2017 & PADG No. 19/10/PADG/2017: Mengatur interkoneksi, interoperabilitas, dan penyelenggaraan transaksi dalam kerangka GPN.
  • ​PMK No. 196/PMK.05/2018 & Permendagri No. 79/2022: Menjadi basis penggunaan KKI pada satuan kerja pemerintah pusat dan daerah.
  • ​PBI No. 4 Tahun 2025 (Kebijakan Sistem Pembayaran): Menempatkan sistem pembayaran nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang cepat, mudah, murah, aman, dan stabil.
Baca Juga :  Kapolsek Cisoka Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

​Saat ini, KKI bertransisi dari sekadar instrumen pemerintah menjadi bagian dari ekosistem pembayaran ritel masyarakat dan UMKM.

​2. Keunggulan Strategis dan Tantangan Siber

​Menurut Rubaie, terdapat lima keunggulan utama dari optimalisasi KKI:

  • ​Kedaulatan Data: Transaksi domestik dikelola penuh di dalam negeri.
  • ​Efisiensi Biaya: Pemrosesan via GPN berpotensi menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha.
  • ​Transparansi Belanja Negara: Mempermudah monitoring dan akuntabilitas belanja pemerintah.
  • ​Perputaran Ekonomi Lokal: Nilai tambah ekonomi tetap berputar di ekosistem perbankan dan fintech nasional.
  • ​Inklusi Digital: Terintegrasi dengan QRIS, pembayaran daring, virtual card, dan tokenisasi.

​mengenai faktor keamanan, Rubaie mengingatkan bahwa aspek teknologis KKI harus terus diperbarui secara dinamis.

​”Sistem pembayaran nasional wajib memiliki kemampuan mitigasi risiko siber generasi baru, seperti artificial intelligence, social engineering, account takeover, hingga malware,” tegasnya.

3. Strategi Menghadapi Kompetisi Global

Baca Juga :  Manajemen Persita Sampaikan Apresiasi Mendalam untuk Dukungan Suporter Sepanjang Musim

​Guna membangun daya saing terhadap jaringan internasional seperti Visa dan Mastercard, Rubaie menawarkan lima rekomendasi strategis:

  • Domestikasi Terlebih Dahulu: Menjadikan pasar dalam negeri dan belanja pemerintah sebagai anchor market sebelum berekspansi.
  • ​Fokus pada Kualitas (Bukan Slogan): Mengedepankan prinsip KKI yang unggul dalam empat aspek: Aman, Murah, Mudah, dan Luas.
  • ​Konektivitas Lintas Negara: Membangun international acceptance melalui kerja sama interoperabilitas di kawasan ASEAN dan negara mitra.
  • ​Instrumen Diplomasi Ekonomi: Mengintegrasikan sistem pembayaran dengan kerja sama perdagangan internasional Indonesia.
  • ​Penguatan Brand: Membangun KKI sebagai jaringan pembayaran nasional yang modern dan berkelas dunia.

Kesimpulan

​KKI dipandang bukan sebagai upaya proteksionisme, melainkan hak sah Indonesia dalam membangun kedaulatan infrastruktur keuangan. Penyelenggaraan KKI yang fair, transparan, dan interoperabel dinilai dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat di industri sistem pembayaran nasional maupun global.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

SMPN 1 Tigaraksa Launching Aplikasi SIHEBAT, Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Bentuk Karakter Siswa
OMI 2026 Tingkat Kabupaten Tangerang Diikuti 1.749 Peserta Resmi Dibuka
Terpilih via Mubes, Anugrah Dwi Sandi Kembali Pimpin Media Center Cisoka
HPN 2027 di Lampung Didorong Lebih Inklusif dan Kolaboratif
Hendra Wijaya Terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Tangerang Periode 2026–2029
Koldigi Indonesia Apresiasi Kanvas Gemilang 2026, Dinilai Buka Ruang Partisipasi Publik dalam Pembangunan
Haris Rusly Moti Minta Aksi 27 Agustus Tak Ditunggangi Kepentingan Politik
Aksi 27 Agustus, Prabowo Mania 08 Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:19 WIB

SMPN 1 Tigaraksa Launching Aplikasi SIHEBAT, Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Bentuk Karakter Siswa

Jumat, 4 September 2026 - 17:22 WIB

OMI 2026 Tingkat Kabupaten Tangerang Diikuti 1.749 Peserta Resmi Dibuka

Jumat, 4 September 2026 - 10:49 WIB

Terpilih via Mubes, Anugrah Dwi Sandi Kembali Pimpin Media Center Cisoka

Rabu, 2 September 2026 - 18:54 WIB

HPN 2027 di Lampung Didorong Lebih Inklusif dan Kolaboratif

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Hendra Wijaya Terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Tangerang Periode 2026–2029

Berita Terbaru