KPK Amankan 10 Orang dalam OTT di Kuansing, Bupati dan Sekda Diminta Kooperatif

Avatar photo

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi.

Foto : Ilustrasi, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi.

​JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dan Jakarta. Lembaga antirasuah ini juga meminta Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnain untuk bersikap kooperatif karena keberadaannya masih dicari.

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari 10 orang yang terjaring operasi tersebut, sembilan di antaranya diamankan di wilayah Kuansing, sementara satu orang lainnya ditangkap di Jakarta.

​”Dari 10 orang yang diamankan, lima orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

​Kelima orang yang menjalani pemeriksaan intensif tersebut terdiri atas:

  • ​3 orang dari pihak swasta.
  • ​1 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kuansing.
  • ​1 orang dari pihak keluarga penyelenggara negara atau pihak Pengadilan Negeri setempat.
Baca Juga :  Aksi 27 Agustus, Prabowo Mania 08 Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi

​Barang Bukti dan Konstruksi Perkara

​Selain mengamankan sejumlah pihak, tim penyelidik KPK juga menyita barang bukti berupa dokumen elektronik yang berkaitan dengan transaksi keuangan, serta satu unit kendaraan roda empat yang diduga menjadi instrumen suap.

​Budi mengungkapkan bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

​”Jadi suap ini diduga terkait dengan posisi jabatan Sekda di Kabupaten Kuansing,” kata Budi.

​Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri

Baca Juga :  Hanya Dia (Gus Din) Pemuda Yang Bisa Menunjuk Konglomerat Hary Tanoesoedibdjo (HT)

​Hingga saat ini, keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing Zulkarnain belum diketahui. KPK mengimbau keduanya untuk segera menyerahkan diri karena keterangan mereka sangat dibutuhkan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

​Untuk melacak keberadaan kedua pejabat tersebut, KPK kini tengah berkoordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Budi menegaskan bahwa KPK akan mengambil langkah hukum lanjutan yang diperlukan apabila keduanya tidak memenuhi imbauan untuk bersikap kooperatif.

Berita Terkait

OPINI: Menjaga Akal Sehat Kebangsaan di Usia ke-62 Partai Golkar
Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen
Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!
Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan
Raffi Ahmad Hadiri Kemah Bhakti Satlinmas di Bandar Lampung, Ajak Generasi Muda Ikut Mengabdi
Desa Sodong Tangerang Masuk 30 Besar Nasional dalam Penanganan Stunting

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Senin, 28 September 2026 - 16:29 WIB

2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen

Senin, 28 September 2026 - 11:38 WIB

Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!

Minggu, 27 September 2026 - 13:59 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan

Berita Terbaru