Budi Suryanto Tawarkan ‘Grand Strategy’ Reformasi Agraria Nasional, Ini 6 Agenda Utamanya

Avatar photo

Sabtu, 4 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Budi Suryanto, S.H., C.N., M.H., M.Si.,

Foto :Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Budi Suryanto, S.H., C.N., M.H., M.Si.,

JAKARTA – Tata kelola agraria dan pertanahan yang adil serta berkelanjutan dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, dan ketahanan nasional. Reformasi di sektor ini sekaligus menjadi fondasi krusial dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

​Hal tersebut disampaikan oleh Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Budi Suryanto, S.H., C.N., M.H., M.Si., dalam sebuah wawancara di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

​”Di Indonesia, pengelolaan agraria berlandaskan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960. Reformasi tata kelola agraria dipandang sebagai kunci untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kedaulatan bangsa,” ujar Budi.

Urgensi ‘Diagnosis Nasional’ Agraria

​Menurut Budi, Indonesia saat ini membutuhkan “Diagnosis Nasional” untuk memetakan dan mengurai berbagai persoalan kronis di sektor pertanahan. Masalah yang dihadapi mencakup konflik agraria, ketimpangan penguasaan lahan, tumpang tindih tata ruang, persoalan kawasan hutan, alih fungsi lahan pertanian, hingga lemahnya integrasi data antarinstansi.

​”Reformasi diperlukan untuk menciptakan kepastian hukum, memperkuat tata kelola, dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini agar setiap persoalan agraria dan pertanahan di Indonesia mudah dipecahkan,” lanjutnya.

Enam Agenda Utama Grand Strategy

Baca Juga :  132 Pejabat Eselon III dan IV Pandeglang Dilantik, Bupati Tekankan Peningkatan Pelayanan

​Untuk mengatasi tantangan tersebut, Budi menawarkan Grand Strategy Reformasi Agraria Nasional yang bertumpu pada enam agenda utama:

  • ​Reformasi data dan informasi agraria.
  • ​Harmonisasi regulasi dan kepastian hukum.
  • ​Pemberdayaan ekonomi berbasis agraria.
  • ​Perlindungan ketahanan pangan dan lingkungan.
  • ​Modernisasi pelayanan melalui digitalisasi.
  • ​Penyelesaian konflik agraria secara adil.

​Strategi besar ini diturunkan ke dalam ‘Peta Jalan Implementasi Reformasi Tata Kelola Agraria Nasional’ yang dilaksanakan secara bertahap, mulai dari konsolidasi data, penguatan tata kelola, penyelesaian konflik, hingga digitalisasi sistem pertanahan melalui teknologi.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Negara

Baca Juga :  Kepala LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer di Tangerang

​Budi yang merupakan penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya XX menambahkan bahwa reformasi ini membawa dampak multidimensi. Selain meningkatkan kepastian hukum bagi masyarakat, langkah ini juga diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan, memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan investasi yang sehat, dan menekan angka konflik pertanahan.

​”Agenda prioritas nasional ini meliputi integrasi data, harmonisasi regulasi, digitalisasi pelayanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum yang berintegritas,” jelas lulusan Doctor of Philosophy in the Field of Law dari Songgok University tersebut.

​Menutup keterangannya, Budi menegaskan bahwa dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan berkeadilan, tanah akan benar-benar menjadi modal kemakmuran rakyat.

​”Reformasi tata kelola agraria merupakan strategi nasional demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal ini dilakukan agar kita dapat mewariskan peta jalan agraria yang komprehensif bagi generasi muda mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ajukan Proposal Berulang Kali, Komite SDN Cibugel III Keluhkan Lambatnya Pengadaan Fasilitas Belajar
Sinergi Pemkab Tangerang dan PLTU Lontar, Bupati Resmikan Renovasi SDN Lontar 2
Demo di PEMI AW Balaraja Masuki Minggu Ke-4, APH Diminta Tindak Tegas Pendemo Anarkis
Demo di PT PEMI Balaraja Berakhir Ricuh, Manajemen dan Pemerhati Hukum Desak Tindak Tegas Perusak Fasilitas
HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Kicau Burung Kapolres Cup 2026
Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan Pihak Swasta Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi
Tokoh Adat H. Nofrizal Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Wali Nagari Sungai Aua
Jaga Integritas Penegakan Hukum, Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:59 WIB

Ajukan Proposal Berulang Kali, Komite SDN Cibugel III Keluhkan Lambatnya Pengadaan Fasilitas Belajar

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sinergi Pemkab Tangerang dan PLTU Lontar, Bupati Resmikan Renovasi SDN Lontar 2

Senin, 20 Juli 2026 - 17:31 WIB

Demo di PEMI AW Balaraja Masuki Minggu Ke-4, APH Diminta Tindak Tegas Pendemo Anarkis

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:00 WIB

Demo di PT PEMI Balaraja Berakhir Ricuh, Manajemen dan Pemerhati Hukum Desak Tindak Tegas Perusak Fasilitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:24 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Kicau Burung Kapolres Cup 2026

Berita Terbaru