Kabupaten Tangerang – Kondisi Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Carenang, Kecamatan Cisoka, menjadi sorotan LSM Deleasi Sosial Bersama Rakyt (DOBRAK). Saat melakukan pemantauan, kantor tersebut terlihat sepi, dengan pintu depan dalam keadaan terkunci meski lampu di bagian depan masih menyala. Di halaman kantor, lokasi tersebut tampak dimanfaatkan sebagai tempat parkir angkutan kota (angkot).
Sekretaris Jenderal LSM DOBRAK, Aryo, mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi di bidang pertanian maupun peternakan apabila kantor dalam kondisi tidak beroperasi dan tidak tersedia informasi nomor telepon yang dapat dihubungi.
“Kalau memang seluruh penyuluh sedang bertugas di lapangan, lalu masyarakat yang datang ke kantor untuk berkonsultasi mengenai pertanian dan peternakan harus menghubungi siapa? Di kantor juga tidak tercantum nomor telepon yang bisa dihubungi. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aryo kepada Vibez.id Rabu,(08/07/2026)
Menurutnya, keberadaan BPP seharusnya menjadi pusat informasi, pendampingan, dan konsultasi bagi para petani. Karena itu, pelayanan publik di kantor tetap perlu diperhatikan, meskipun petugas sedang menjalankan tugas lapangan.
Aryo juga mengaitkan kondisi tersebut dengan maraknya dugaan alih fungsi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di wilayah Kecamatan Cisoka menjadi kawasan perumahan. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan dan pembinaan terhadap kelompok tani di wilayah tersebut.
“Pantas saja kalau Lahan Sawah Dilindungi di Kecamatan Cisoka banyak yang berubah menjadi perumahan, mungkin ini salah satu penyebabnya. Kalau LSD sudah berubah menjadi area perumahan, bagaimana nasib kelompok tani binaannya? Ini menjadi pertanyaan besar di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya mendorong swasembada pangan,” tutupnya.
Penulis : YD













