FMKTM Dorong Pemkab Tangerang Evaluasi Fasilitas, Tenaga Medis, dan Sistem Rujukan Pasien

Avatar photo

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG — Forum Masyarakat Kawal Tangerang Maju (FMKTM) menyoroti keterbatasan akses pelayanan kesehatan spesialis mata, khususnya penanganan penyakit retina, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Melalui laporan pengaduan dan aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada Bupati Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, FMKTM mendorong pemerintah daerah mengevaluasi ketersediaan layanan spesialis mata di rumah sakit milik pemerintah daerah.

Ketua FMKTM, Hasan Doni, menyampaikan bahwa pengembangan layanan kesehatan spesialis mata perlu mendapat perhatian agar masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.

Dalam dokumen pengaduannya, FMKTM mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membangun dan mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Namun, menurut Doni, peningkatan sarana kesehatan tersebut perlu diikuti dengan pengembangan jenis layanan spesialis yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dengan tersedianya rumah sakit milik pemerintah daerah, masyarakat tentu berharap pelayanan kesehatan semakin lengkap, berkualitas, dan mudah dijangkau,” ucap Doni.

Akses layanan retina menjadi perhatian

Doni menilai pelayanan spesialis mata, terutama yang berkaitan dengan penyakit retina, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Dalam pengaduan tersebut, organisasi itu menyampaikan bahwa sebagian pasien yang membutuhkan penanganan mata lebih khusus masih berpotensi memerlukan pelayanan lanjutan di rumah sakit lain, termasuk di luar Kabupaten Tangerang.

Kondisi tersebut, menurut Doni, dapat menimbulkan beban tambahan bagi pasien dan keluarga, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, pendampingan, hingga waktu perjalanan. Dalam kondisi tertentu, perjalanan dan proses rujukan juga perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat akses pasien terhadap penanganan medis yang dibutuhkan.

Meski demikian, cakupan layanan spesialis mata pada masing-masing RSUD, ketersediaan dokter dengan kompetensi terkait retina, serta jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah perlu dikonfirmasi melalui data resmi dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab Tangerang dan PLTU Lontar, Bupati Resmikan Renovasi SDN Lontar 2

Dorong evaluasi fasilitas dan tenaga medis

Doni meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan evaluasi terhadap kelengkapan layanan spesialis mata di seluruh RSUD. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis yang relevan, peralatan pemeriksaan, fasilitas penunjang diagnosis, serta kemampuan rumah sakit dalam memberikan tindakan medis sesuai standar pelayanan.

Selain itu, Doni mengusulkan kajian pembentukan pusat layanan spesialis mata dan retina di Kabupaten Tangerang. Layanan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pasien, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan peralatan, dan kemampuan anggaran daerah.

Menurut Doni, penguatan sistem rujukan juga penting agar pasien dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai fasilitas yang mampu menangani penyakitnya, termasuk pilihan rumah sakit rujukan apabila tindakan yang dibutuhkan belum tersedia di RSUD setempat.

Anggaran kesehatan diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat

Dalam pengaduannya, Doni turut meminta pemerintah daerah mengevaluasi prioritas pengembangan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Organisasi tersebut berpandangan bahwa kebutuhan operasional rumah sakit perlu berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas medis strategis yang dibutuhkan masyarakat.

Doni menegaskan bahwa sorotan terhadap alokasi anggaran bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan belanja operasional dengan belanja pelayanan medis. Aspirasi tersebut, menurut organisasi itu, ditujukan untuk mendorong evaluasi efektivitas penggunaan anggaran agar peningkatan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Doni juga menilai bahwa pengembangan layanan spesialis yang sesuai kebutuhan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dan mengurangi kebutuhan sebagian pasien untuk mencari pelayanan di luar daerah. Adapun dampaknya terhadap pendapatan rumah sakit dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dikaji berdasarkan kelayakan layanan, kebutuhan masyarakat, serta ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku.

Baca Juga :  Merawat Kemerdekaan dengan Pengabdian, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat

Sepuluh poin aspirasi kepada Bupati Tangerang

Melalui surat pengaduan tersebut, FMKTM menyampaikan sepuluh usulan kepada Bupati Tangerang, yaitu:

  1. Mengevaluasi ketersediaan dan kelengkapan pelayanan spesialis mata di seluruh RSUD Kabupaten Tangerang.
  2. Mendorong pengembangan layanan mata yang lebih komprehensif, tidak terbatas pada jenis pelayanan tertentu.
  3. Memprioritaskan kajian pengembangan layanan retina, termasuk pemeriksaan, diagnosis, tindakan medis, dan fasilitas penunjang sesuai standar.
  4. Meningkatkan ketersediaan tenaga medis dengan kompetensi yang dibutuhkan, termasuk subspesialis terkait penyakit retina.
  5. Melengkapi peralatan medis dan sarana pemeriksaan mata sesuai kebutuhan dan standar pelayanan.
  6. Mengkaji pembentukan pusat layanan spesialis mata dan retina sebagai salah satu opsi penguatan layanan rujukan daerah.
  7. Menyusun perencanaan dan penganggaran pengembangan layanan secara bertahap.
  8. Meningkatkan sistem rujukan pasien berdasarkan kemampuan fasilitas dan kebutuhan medis.
  9. Mengkaji kelayakan pengembangan layanan spesialis dari sisi manfaat pelayanan dan potensi pendapatan rumah sakit daerah.
  10. Memasukkan peningkatan pelayanan spesialis mata, khususnya retina, dalam evaluasi prioritas peningkatan mutu layanan kesehatan daerah.

Menunggu tindak lanjut pemerintah daerah

Doni berharap laporan pengaduan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya dalam merencanakan pengembangan layanan spesialis mata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Doni juga berharap pemerintah daerah memberikan tindak lanjut yang terukur, termasuk penjelasan mengenai kondisi layanan saat ini, kebutuhan pengembangan fasilitas, kesiapan tenaga medis, serta tahapan perencanaan apabila penguatan layanan retina dinilai diperlukan.

Penulis : ADS

Editor : End

Berita Terkait

Dua Mobil Dinas Bapenda Kabupaten Tangerang Diduga Disulap Jadi Kendaraan Pribadi
Desa Tapos Bangun Gapura Dayeuh Padjajaran, Jadi Ikon Baru dan Angkat Identitas Sejarah
Peringati Hari Santri 2026, DPC PKB Kabupaten Tangerang Siapkan Lima Agenda, dari Qiroatul Kutub Hingga Peluncuran Mobil Ambulans
Peringati HUT ke-62 Golkar, DPD Kabupaten Tangerang Santuni 62 Anak Yatim
OPINI: Menjaga Akal Sehat Kebangsaan di Usia ke-62 Partai Golkar
Perkuat Kepedulian Sosial, DPD KNPI Kabupaten Tangerang Santuni Anak Yatim pada Malam Tasyakuran Jelang KNPI Drag Bike 2026
DPD KNPI Kabupaten Tangerang Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama Jelang KNPI Drag Bike Piala Bupati 2026
Sudah Dianggarkan pada 2025, Penataan Halaman SMPN 3 Kresek Kembali Masuk Anggaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Dua Mobil Dinas Bapenda Kabupaten Tangerang Diduga Disulap Jadi Kendaraan Pribadi

Rabu, 4 November 2026 - 09:52 WIB

Desa Tapos Bangun Gapura Dayeuh Padjajaran, Jadi Ikon Baru dan Angkat Identitas Sejarah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Peringati Hari Santri 2026, DPC PKB Kabupaten Tangerang Siapkan Lima Agenda, dari Qiroatul Kutub Hingga Peluncuran Mobil Ambulans

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Peringati HUT ke-62 Golkar, DPD Kabupaten Tangerang Santuni 62 Anak Yatim

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

FMKTM Dorong Pemkab Tangerang Evaluasi Fasilitas, Tenaga Medis, dan Sistem Rujukan Pasien

Berita Terbaru