Jelang Pengukuhan KAN Sungai Aua, Mahasiswa Minta Semua Pihak Transparan Soal Dokumen dan Silsilah Adat

Avatar photo

Minggu, 20 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT — Mahasiswa asal Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat, mengimbau seluruh pihak dan media lokal untuk mengedepankan fakta sejarah serta transparansi dokumen terkait polemik kelembagaan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Aua dan isu silsilah Tuanku Sambah.

​Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi agenda pengukuhan kepengurusan baru KAN Sungai Aua yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (21/9/2026).

​Ketua Mahasiswa Asal Kecamatan Sungai Aua, Ahmad Fauzan, menegaskan bahwa persoalan adat tidak boleh diselesaikan atas dasar klaim sepihak, melainkan harus bersumber pada dokumen resmi, silsilah, serta aturan kelembagaan yang berlaku.

​”Media dan para pihak perlu menguji fakta sejarah, ranji silsilah, serta dasar hukum pembentukan KAN. Persoalan adat ini sangat sensitif, sehingga seluruh dokumen harus dibuka secara transparan agar tidak memicu pemahaman yang keliru,” ujar Ahmad Fauzan di Pasaman Barat, Minggu (20/9/2026).

​Fauzan menyoroti dualisme yang berpotensi terjadi mengingat KAN Sungai Aua telah dibentuk sebelumnya pada 18 Desember 2025. Ia mempertanyakan dasar legalitas pengukuhan kepengurusan baru di tengah polemik yang belum tuntas.

Baca Juga :  Merawat Kemerdekaan dengan Pengabdian, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat

​Menurutnya, penyelesaian perselisihan kelembagaan adat mestinya merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasaman Barat Nomor 6 Tahun 2018.

​”Jika terdapat kekurangan administratif pada pembentukan awal, hal itu semestinya diperbaiki melalui mekanisme hukum adat dan aturan daerah, bukan langsung membentuk kepengurusan baru yang berpotensi memicu bingungnya masyarakat,” katanya.

​Selain isu kelembagaan, mahasiswa juga mendorong keterbukaan informasi terkait adanya indikasi penggunaan nama lembaga adat, ninik mamak, atau tokoh adat dalam pengajuan proposal ke sejumlah perusahaan.

Baca Juga :  Matangkan Agenda Mubes dan Raker 2026 di Puncak Bogor, Media Center Cisoka Gelar Diskusi Strategis

​Fauzan menegaskan, pihaknya tidak menuduh pihak tertentu, namun keterbukaan informasi publik sangat penting untuk menjaga integritas lembaga adat.

​”Mari kita periksa secara terbuka jika ada dokumen proposal yang mengasnamakan masyarakat adat. Harus jelas siapa yang memberi mandat, tujuan pengajuannya, serta siapa penerima manfaatnya,” tegas Fauzan.

​Ia berharap Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Peradilan Adat, Pemerintah Daerah, serta ninik mamak dapat duduk bersama untuk menyelesaikan polemik ini secara bijak.

​”Yang harus kita selamatkan bukan kepentingan kelompok tertentu, melainkan kebenaran sejarah, marwah adat, dan persatuan masyarakat Sungai Aua,” pungkasnya.

Penulis : Syafrudin Budiman

Editor : Dwi Sandi

Berita Terkait

Dua Mobil Dinas Bapenda Kabupaten Tangerang Diduga Disulap Jadi Kendaraan Pribadi
Peringati Hari Santri 2026, DPC PKB Kabupaten Tangerang Siapkan Lima Agenda, dari Qiroatul Kutub Hingga Peluncuran Mobil Ambulans
Peringati HUT ke-62 Golkar, DPD Kabupaten Tangerang Santuni 62 Anak Yatim
OPINI: Menjaga Akal Sehat Kebangsaan di Usia ke-62 Partai Golkar
FMKTM Dorong Pemkab Tangerang Evaluasi Fasilitas, Tenaga Medis, dan Sistem Rujukan Pasien
Perkuat Kepedulian Sosial, DPD KNPI Kabupaten Tangerang Santuni Anak Yatim pada Malam Tasyakuran Jelang KNPI Drag Bike 2026
DPD KNPI Kabupaten Tangerang Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama Jelang KNPI Drag Bike Piala Bupati 2026
Sudah Dianggarkan pada 2025, Penataan Halaman SMPN 3 Kresek Kembali Masuk Anggaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Dua Mobil Dinas Bapenda Kabupaten Tangerang Diduga Disulap Jadi Kendaraan Pribadi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Peringati Hari Santri 2026, DPC PKB Kabupaten Tangerang Siapkan Lima Agenda, dari Qiroatul Kutub Hingga Peluncuran Mobil Ambulans

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Peringati HUT ke-62 Golkar, DPD Kabupaten Tangerang Santuni 62 Anak Yatim

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

FMKTM Dorong Pemkab Tangerang Evaluasi Fasilitas, Tenaga Medis, dan Sistem Rujukan Pasien

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, DPD KNPI Kabupaten Tangerang Santuni Anak Yatim pada Malam Tasyakuran Jelang KNPI Drag Bike 2026

Berita Terbaru