JAKARTA — Sekretaris Jenderal Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), Andi Ulfa Umar, membantah tuduhan yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan gerakan perihal polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh individu bernama Dije yang mengatasnamakan relawan Jokowi.
Andi Ulfa—yang akrab disapa Ulfa Bone—menyatakan bahwa kelompok yang mengasumsikan diri sebagai relawan Jokowi tersebut tidak tercatat secara resmi dalam data Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun sekretariat relawan di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
”Pandangan yang menuduh Sufmi Dasco Ahmad tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas. Pernyataan seperti ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara sesama relawan,” ujar Ulfa dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Ulfa menegaskan bahwa Dasco selama ini berperan aktif menjaga komunikasi politik lintas lingkaran pemerintahan dan partai politik, termasuk menjadi jembatan komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Keakraban antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Dasco yang terlihat pada Rakernas PAN di Jakarta juga dinilai sebagai bukti kuat solidnya hubungan internal koalisi pemerintahan.
”Kepada seluruh relawan Prabowo-Gibran dan relawan Jokowi, jangan sampai terprovokasi atau diadu domba. Kita harus menjaga komunikasi dan stabilitas politik nasional untuk mengawal pemerintahan selama lima tahun ke depan,” kata Ulfa.
Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi
Selain isu stabilitas politik, Ulfa menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional menuju target pertumbuhan 6 hingga 8 persen pada periode 2027–2029.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencatatkan angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dari triwulan IV-2025 yang berada pada level 5,39 persen.
Ulfa menilai tren positif tersebut perlu ditopang oleh kebijakan yang fokus pada konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja.
”Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat secara luas. Relawan harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga stabilitas sekaligus mengawal agar program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tuturnya.
Penulis : Redaksi










