Tuduhan terhadap Dasco Dinilai Tak Berdasar, Relawan Imbau Pendukung Prabowo-Gibran dan Jokowi Tetap Solid

Avatar photo

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), Andi Ulfa Umar, membantah tuduhan yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan gerakan perihal polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh individu bernama Dije yang mengatasnamakan relawan Jokowi.

​Andi Ulfa—yang akrab disapa Ulfa Bone—menyatakan bahwa kelompok yang mengasumsikan diri sebagai relawan Jokowi tersebut tidak tercatat secara resmi dalam data Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun sekretariat relawan di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

​”Pandangan yang menuduh Sufmi Dasco Ahmad tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas. Pernyataan seperti ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara sesama relawan,” ujar Ulfa dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

​Ulfa menegaskan bahwa Dasco selama ini berperan aktif menjaga komunikasi politik lintas lingkaran pemerintahan dan partai politik, termasuk menjadi jembatan komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Baca Juga :  UKW PWI Banten Angkatan ke-28 Dibuka, Kompetensi dan Integritas Wartawan Jadi Fokus di Era Digital

​Keakraban antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Dasco yang terlihat pada Rakernas PAN di Jakarta juga dinilai sebagai bukti kuat solidnya hubungan internal koalisi pemerintahan.

​”Kepada seluruh relawan Prabowo-Gibran dan relawan Jokowi, jangan sampai terprovokasi atau diadu domba. Kita harus menjaga komunikasi dan stabilitas politik nasional untuk mengawal pemerintahan selama lima tahun ke depan,” kata Ulfa.

​Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi

Baca Juga :  Soal Pagar Puspem Rp5 Miliar, ALMAST Pertanyakan Urgensi dan Ancam Demo 1.000 Massa

​Selain isu stabilitas politik, Ulfa menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional menuju target pertumbuhan 6 hingga 8 persen pada periode 2027–2029.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencatatkan angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dari triwulan IV-2025 yang berada pada level 5,39 persen.

​Ulfa menilai tren positif tersebut perlu ditopang oleh kebijakan yang fokus pada konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja.

​”Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat secara luas. Relawan harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga stabilitas sekaligus mengawal agar program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tuturnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum bagi Perangkat Desa
Polsek Kresek Polresta Tangerang Distribusikan Ribuan Liter Bantuan Air Bersih ke Kp. Kandang Gede Kresek
Pastikan Tetap Siaga, Provos dan Pamapta Kontrol Piket Lobby Polwan
RSUD Kabupaten Tangerang,PWI dan Stakeholder Perkuat Layanan Stroke hingga PONEK
Kebakaran Hebat di PT Respati Kemasindah Tangerang, 2 Bangunan Hangus dan Ambruk
Jelajah Perjalanan Syafrudin Budiman (1998–2026): Aktivis, Jurnalis, hingga Komisaris BUMN
Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Bocah Kelas 3 SD Tenggelam di Danau Bekas Galian Desa Jatake

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum bagi Perangkat Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Polsek Kresek Polresta Tangerang Distribusikan Ribuan Liter Bantuan Air Bersih ke Kp. Kandang Gede Kresek

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Pastikan Tetap Siaga, Provos dan Pamapta Kontrol Piket Lobby Polwan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Kebakaran Hebat di PT Respati Kemasindah Tangerang, 2 Bangunan Hangus dan Ambruk

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Jelajah Perjalanan Syafrudin Budiman (1998–2026): Aktivis, Jurnalis, hingga Komisaris BUMN

Berita Terbaru