JAKARTA — Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Relawan Barisan Pembaharuan 08 (BP-08) memberikan catatan apresiasi atas sejumlah kinerja dan capaian pemerintah sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Ketua Umum BP-08, Syafrudin Budiman, mengutip hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 79,3 persen. Menurut Syafrudin, angka tersebut mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah.
”Angka 79,3 persen ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat memberikan apresiasi terhadap arah pemerintahan Prabowo-Gibran. Tentu survei harus dibaca secara objektif, tetapi angka ini menunjukkan adanya tingkat penerimaan publik yang cukup tinggi,” kata Syafrudin Budiman di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa survei tersebut digelar khusus untuk mengukur persepsi dan pendapat masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo menjelang dua tahun kepemimpinannya.
Soroti Capaian Ekonomi dan Infrastruktur
Selain menyoroti hasil survei, pria yang akrab disapa Gus Din ini menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika geopolitik global.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen pada 2025. Angka ini meningkat dibanding pertumbuhan 2024 yang tercatat 5,03 persen. Sementara pada triwulan II 2026, ekonomi tumbuh 5,29 persen (YoY) dengan capaian semester I 2026 sebesar 5,45 persen.
”Pertumbuhan ekonomi kita tetap positif di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ini tentu harus terus diterjemahkan menjadi pemerataan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan daya beli,” ujar Syafrudin.
Di bidang infrastruktur, Syafrudin mencatat sejumlah proyek daerah yang telah diresmikan pemerintah hingga pertengahan 2026, seperti penanganan 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi serta pembangunan lima bendungan bernilai Rp9,79 triliun untuk mendukung irigasi dan ketahanan pangan.
Program Sosial dan Kebijakan Luar Negeri
Gus Din juga memberikan apresiasi atas sejumlah program sosial prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah tercatat telah meresmikan 1.061 koperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Mei 2026 sebagai bagian dari integrasi ekonomi desa.
Di sektor energi, ia menyoroti pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) per 1 Juli 2026 yang bertugas mengonsolidasikan ekspor komoditas strategis nasional. Sementara di bidang luar negeri, BP-08 mencatat diplomasi perdagangan Indonesia-AS yang berhasil menyepakati penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen, serta kelanjutan perundingan IEU-CEPA.
Meski memberikan penilaian positif terhadap kinerja dan gaya komunikasi kepemimpinan Presiden Prabowo, Syafrudin mengingatkan agar pemerintah tidak cepat berpuas diri.
”Angka kepuasan publik harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari pemerataan ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga pemberantasan korupsi,” kata Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) tersebut.
Penulis : Redaksi







