Desa Sodong Tangerang Masuk 30 Besar Nasional dalam Penanganan Stunting

Avatar photo

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai verifikasi lapangan Desa Sodong sebagai nominasi 30 besar Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional 2026.

Foto bersama usai verifikasi lapangan Desa Sodong sebagai nominasi 30 besar Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional 2026.

Tangerang — Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, masuk dalam 30 besar Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat program pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) kemudian melakukan verifikasi lapangan di Desa Sodong, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan masuknya Desa Sodong dalam 30 besar nasional merupakan capaian yang patut diapresiasi.

“Desa Sodong ini luar biasa. Mengalahkan ratusan dan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk menjadi salah satu dari 30 desa yang dinilai dalam konvergensi penurunan stunting ini,” kata Soma.

Sinergi Lintas Sektor

Menurut Soma, pencapaian tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah desa. Keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, kader, serta masyarakat.

“Terpilihnya Desa Sodong sebagai nominasi tingkat nasional ini adalah capaian yang patut disyukuri bersama. Ini bukan sekadar keberhasilan satu desa, melainkan cerminan kerja keras dan konvergensi seluruh elemen masyarakat, kader, hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan stunting menjadi salah satu perhatian Pemkab Tangerang karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Baca Juga :  RSUD Tigaraksa Rutin Gelar Donor Darah, 63 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

TPPS Terus Diperkuat

Soma menyebut penurunan angka stunting membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Tidak mudah untuk menurunkan stunting. Ini adalah masalah kita bersama yang harus kita selesaikan juga secara bersama. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, dan desa-desa lainnya agar berprestasi seperti Desa Sodong,” tuturnya.

Ia juga menilai peran kepala desa penting dalam menentukan strategi penanganan stunting di tingkat desa. Untuk itu, Pemkab Tangerang terus memperkuat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan menyangkut kualitas SDM generasi mendatang. Kepemimpinan seorang kepala desa itu sangat penting, karena di sinilah bagaimana strategi untuk menuntaskan penanganan stunting bisa dilakukan,” jelasnya.

Dalam verifikasi lapangan tersebut, Pemkab Tangerang menyiapkan sejumlah data dan dokumen administrasi terkait program penanganan stunting. TPPS desa dan kecamatan turut dilibatkan bersama kader Posyandu dan PKK.

Baca Juga :  Turnamen Mobile Legends Pelajar Digelar Polresta Tangerang, Diikuti 150 Peserta

Verifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Desa Sodong.

Pemkab Tangerang berharap proses penilaian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program penanganan stunting secara berkelanjutan.

Penulis : Yadi

Berita Terkait

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen
Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!
Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan
Raffi Ahmad Hadiri Kemah Bhakti Satlinmas di Bandar Lampung, Ajak Generasi Muda Ikut Mengabdi
Tepis Isu Dibalik Gerakan Roy Suryo, ARPG Soroti Momen Keakraban Gibran dan Dasco
SETARA Institute Soroti Independensi Peradilan Militer dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Senin, 28 September 2026 - 16:29 WIB

2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Logis 08 Soroti Capaian Ekonomi dan Hukum

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Sebut Kepuasan Publik Capai 79,3 Persen

Senin, 28 September 2026 - 11:38 WIB

Firdaus Oiwobo Kembali Bersidang Setelah 2 Tahun, Begini Pesannya!

Minggu, 27 September 2026 - 13:59 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektare di Labuan Bajo Bergulir di Pengadilan, Dokumen Adat hingga Tiga SHM Dipersoalkan

Berita Terbaru