JAKARTA – Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, relawan Logis 08 menyampaikan catatannya terkait perkembangan sejumlah sektor strategis, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, hingga program kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menyatakan bahwa dalam periode ini terdapat sejumlah indikator pembangunan dan kebijakan yang patut dicermati. Menurutnya, fokus pemerintahan tidak hanya terlihat pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga upaya penguatan ketahanan pangan, investasi, program sosial, hingga penegakan hukum.
”Kalau kita melihat hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo secara utuh, ada sejumlah indikator yang menunjukkan perkembangan, mulai dari ekonomi, investasi, ketahanan pangan, pembangunan perumahan, hingga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” ujar Anshar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Di sektor ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara pada semester I-2026, akumulasi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,45 juta orang.
Anshar menilai, capaian indikator makro tersebut harus dipastikan dampaknya hingga ke masyarakat bawah.
”Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus terus dikawal agar dampaknya semakin dirasakan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Anshar.
Selain indikator ekonomi, sektor sosial dan perumahan turut mendapat sorotan. Data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) per 13 Juni 2026 mencatat realisasi pembangunan dan renovasi Program 3 Juta Rumah telah mencapai 324.213 unit. Adapun penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat lebih dari 102.900 unit hingga pertengahan Juli 2026, dari target 350.000 unit pada tahun ini.
Di bidang ketahanan pangan, pemerintah mengeklaim telah mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal yang ditetapkan. Pemerintah juga mendorong agenda swasembada energi, hilirisasi industri, serta penguatan BUMN sebagai bagian dari kebijakan strategis.
Kendati memberikan apresiasi terhadap beberapa indikator positif, Anshar menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang besar. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala agar berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis dan penyediaan hunian rakyat berjalan efektif dan tepat sasaran.
”Dua tahun ini menjadi momentum evaluasi untuk melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih kurang, dan apa yang harus dipercepat. Keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program yang diluncurkan, tetapi dari manfaat nyata yang diterima masyarakat,” ujar Anshar.
Ia menambahkan, pihak Logis 08 akan tetap mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah agar agenda pembangunan dan penegakan hukum yang adil dapat terealisasi secara konsisten.







